~sEnGSaRa mEmBaWa NikMat~

Tidak adil
Manusia selalu tidak adil. Dia lebih selalu takut dengan keadaan yang serba pahit, sedih & kecewa. Tetapi dia tidak pernah sedih dengan kesenangan, populariti & kejayaan yang diraihnya. Apalagi jika manusia yang tidak pernah bahagia ketika mendapat kesedihan. Allah Azza wa Jalla berfirman:
 
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan.(Al-Anbiya:35)

                         

Manusia yang cerdik & bijak adalah manusia yang mampu menafsirkan keadaan sulit & pahit, menjadi suatu proses kematangan menuju kebahagiaan. Tidak ada manusia yang berjaya tanpa halangan. Sebaliknya, manusia kerdil & jumud adalah manusia yang gelisah dengan adanya halangan, kepahitan & kegagalan. Allah Azza wa Jalla berfirman lagi:
 
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar(Al-Baqarah:155)

Dua jenis manusia
Ingatlah saudaraku semua, ada 2 kelompok manusia dalam hal mereka menghadapi kegagalan:
1. Manusia yang selalu tersenyum dalam keadaan apa pun, termasuk ketika dihinggapi kegagalan. Kerana menangis, meratap, apalagi melempiaskan dengan cara merosak tidak akan menciptakan keberhasilan, kecuali hanya akan melipat gandakan kesedihan yang sudah terjadi. Allah Azza wa Jalla berfirman: 
 
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا
بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.(Al-Fushilat:30)


2. Manusia yang dalam menghadapi kegagalan akan sangat reaktif, emosional, seakan-akan dunia sudah kiamat saat itu juga. Dia merasa jika kegagalan tidak segera dipamerkan dengan kekesalan, amukan atau makian, maka selamanya dia akan merasa menyesal seperti tiada harapan lagi di esok hari.
Allah Azza wa Jalla berfirman:

 

وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ وَإِنْ يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُسَنَّدَةٌ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ
Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?(Al-Munafiqun:4)

Kemampuan 
Berbahagialah ketika selama hidupnya manusia selalu dihadapkan dengan halangan. Kerana, janji Tuhan, Dia tidak akan memberikan kesulitan di luar batas kemampuan manusia itu sendiri. Kesulitan hidup, pahitnya hidup sepatutnya menjadi sarana menuju martabat yang lebih tinggi. Hanya dengan “mendaki” lebih tinggi dan lebih tinggi lagilah, manusia akan mampu memahami hakikat kehidupan yang luas ini.smiley-laughing

 Allah Azza wa Jalla berfirman lagi:

 

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (QS; Al-Baqarah:286)

 

 Dua Jalan

Nah, sekarang sudah terbentang 2 jalan di hadapan kita. Jalan manakah yang menuju kembali kepada-Nya dan jalan manakah yang akan membawa kita jauh dari-Nya? Ia adalah pilihan kita.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا
sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu,
وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.(QS ;Asy-Syams:8-10)

Optimislah !!  =)

waAllahua’lam..
 
 -diubah suai dari mukaddimah buku Optimislah by Amru Khalid
Bookmark and Share

Comments (2) »

Buat Insan Bergelar Dai’

Sebuah Dialog Di Malam Hari, Buat Insan Bergelar Dai’

Akhi, dulu ana merasa sangat bersemangat ketika mula-mula aktif dalam
dakwah.Tapi, belakangan ini ana rasa semangat ana mula pudar dan
terasa semakin hambar. Perasaan ukhuwah makin kering kontang, bahkan
ana melihat ternyata banyak ikhwah (saudara-saudara lelaki) yang aneh
dan pelik!.”

Begitulah keluh kesah seorang mad’u(murid) kepada murabbi(guru) nya di
suatu malam. Sang murabbi hanya terdiam, mencuba terus menggali semua
kegelisahan dalam diri mad’u-nya.

“Lalu apa yang ingin anta(kamu) lakukan setelah merasakan semua itu?”
Sahut sang murrabi setelah sesaat termenung seketika.

“Ana ingin berhenti saja, keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa dengan
perilaku dan sikap beberapa ikhwah yang tidak islamik. Juga dengan
organisasi dakwah yang ana geluti; kaku, dan sering mematikan potensi
anggota-anggotanya. Jika terus begini, lebih baik ana bersendiri
saja.” Ikhwah itu berkata.

Sang murabbi termenung kembali. Tidak kelihatan raut terkejut dari
roman wajahnya. Sorot matanya tetap terlihat tenang, seakan jawapan
itu memang sudah diketahuinya sejak awal.

“Akhi,jika suatu hari anta naik sebuah kapal mengharungi lautan luas.
Kapal itu ternyata sudah rosak.Layarnya banyak berlubang, kayunya
banyak yang reput, bahkan kabinnya penuh dengan sampah,bau yang busuk
dan kotoran akibat manusia. Lalu apa yang anta lakukan untuk tetap
sampai pada tujuan?” Tanya seorang murabbi dengan kiasan yang mendalam
maknanya.

Sang mad’u terdiam berfikir.Tak kuasa hatinya memikirkan perumpamaan
sedemikian tajam dengan kiasan yang amat tepat.

“Apakah anta memilih untuk terjun ke laut dan berenang sampai ke
tempat tujuan?” Sang murabbi menyoal lagi.

Sang murabbi mencuba memberi jawapan kepadanya. “Bila anta terjun ke
laut, sesaat anta akan merasa senang. Bebas dari bau kotoran manusia,
merasakan kesegaran air laut, atau bebas bermain dengan ikan
lumba-lumba. Tapi itu hanya sesaat. Berapa kekuatan anta untuk
berenang sampai tujuan? Bagaimana bila ribut datang? Dari mana anta
mendapat makan dan minum? Bila malam datang bagaimana anta mengatasi
hawa dingin?” Serentetan pertanyaan dihamparkan dihadapan sang ikhwah
tersebut.

Tidak semena, sang ikhwah menangis tersedu. Tak kuasa hatinya menahan
kegundahan sedemikian. Kekecewaannya kekadang memuncak, namun sang
murabbi yang dihormatinya tidak memberi jalan keluar yang sesuai
dengan keinginannya.

“Akhi, apakah anta masih merasa bahawa jalan dakwah adalah jalan yang
paling utama menuju redha ALLAH SWT?” Pertanyaan itu menghujani jiwa
sang ikhwah. Ia hanya mengangguk.” Bagaimana bila ternyata kereta yang
anta bawa dalam menempuh jalan itu ternyata rosak dan bermasalah? Anta
akan berjalan kaki meninggalkan kereta itu tersadai ditepi jalan, atau
mencuba memperbaikinya? ” Tanya sang murabbi lagi.

Sang ikhwah tetap terdiam dalam esakan tangis perlahannya. Tiba-tiba
ia mengangkat tangannya; “Cukup akhi, cukup. Ana sedar. Maafkan ana,
InsyaALLAH ana akan tetap istiqomah. Ana berdakwah bukan untuk
mendapat pingat kehormatan. Atau agar setiap kata-kata ana
diperhatikan. Atau ana mendapat nama di sisi manusia.Biarlah yang lain
dengan urusan pribadi masing-masing. Biarlah ana tetap berjalan dalam
dakwah. Dan hanya ALLAH saja yang akan membahagiakan ana kelak dengan
janji-janji- NYA. Biarlah segala kepedihan yang ana rasakan jadi
pelebur dosa-dosa ana.” Sang mad’u berazzam dihadapan sang murabbi
yang semakin dihormatinya

Sang murabbi tersenyum. “Akhi, jama’ah(kumpulan) ini adalah jama’ah
manusia. Mereka adalah kumpulan insan yang punya banyak kelemahan dan
kekurangan. Tapi disebalik kelemahan itu, masih amat banyak kebaikan
yang mereka miliki. Mereka adalah peribadi-peribadi yang menyambut
seruan Allah untuk berdakwah. Dengan begitu mereka sedang berproses
menjadi manusia terbaik pilihan ALLAH SWT.”

“Bila ada satu dua kelemahan dan kesalahan mereka, janganlah hal itu
meresahkan perasaan anta. Sebagaimana ALLAH SWT menghapus dosa manusia
dengan amal baik mereka, hapuslah kesalahan mereka di mata anta dengan
kebaikan-kebaikan mereka terhadap dakwah selama ini. Karena di mata
ALLAH SWT, belum tentu antum lebih baik dari mereka.”

“Futur, mundur, lemah atau bahkan berpaling menjadi lawan bukanlah
jalan yang masuk akal. Apabila setiap ketidakkesepakatan selalu
disikapi dengan jalan itu; maka apakah dakwah ini dapat berjalan
dengan baik?”Sambungnya panjang lebar.

“Kita bukan sekadar pemerhati yang hanya berkomentar. Atau hanya
pandai menuding-nuding jari kerana sesuatu kesalahan. Kalau hanya itu,
orang kafir pun boleh melakukannya. Tapi kita adalah da’i. Kita adalah
khalifah. Kitalah yang diberi amanat oleh ALLAH untuk menyelesaikan
masalah-masalah dimuka bumi. Bukan hanya meng”ekspose” nya, yang
menjadikan ia semakin memperuncing dan membarah.”

Sang mad’u termenung sampai merenungi setiap kalimat murabbinya.
Azzamnya memang kembali menguat. Namun ada satu hal yang tetap
bergelayut di hatinya. “Tapi bagaimana ana boleh memperbaiki
organisasi dakwah dengan kemampuan ana yang lemah ini?”

Sebuah pertanyaan konstruktif akhirnya muncul juga.

“Siapa kata kemampuan anta lemah? Apakah ALLAH menjadikan begitu
kepada anta? Semua manusia punya potensi yang berbeza. Namun tak ada
yang mampu melihat bahwa yang satu lebih baik dari yang lain!”. Sahut
sang murabbi.

“Bekerjalah dengan ikhlas. Berilah kerjasama dalam kebenaran,
kesabaran dan kasih sayang pada semua ikhwah yang terlibat dalam
organisasi itu. Kerana peringatan selalu berguna bagi orang yang
beriman. Bila ada sebuah isu atau fitnah, tutuplah telinga anta dan
bertaubatlah. Singkirkan segala prasangka anta terhadap saudara anta
sendiri. Dengan itulah Bilal yang seorang budak hina menemui
kemuliaannya. ”

Malam itu sang mad’u menyedari kesalahannya. Ia bertekad untuk tetap
hidup bersama jama’ah untuk tetap mengharungi jalan dakwah dan tarbiyah.

Kembalikan semangat itu saudaraku, jangan biarkan putus asa itu
hilang, ditelan gersangnya debu yang menerpa. Biarlah itu semua
menjadi saksi sampai kita diberi dua kebaikan oleh ALLAH SWT :
Kemenangan atau Mati Syahid

Ikhlas adalah ruh dari setiap amal. Ikhlas adalah motivasi yang kuat
agar amal kita tetap terjaga sentiasa, tidak usang kerana kepanasan
dan tidak luntur kerana kehujanan,tidak ghurur karena pujian, dan
tidak kendur kerana cacian. Terus bergerak kearah tujuan yang paling
tinggi puncak dan cita-citanya. Peliharalah keikhlasan dalam berkerja.
Semoga kita sama-sama terus istiqamah dalam D&T (dakwah dan tarbiah).

Assalamualaikum sahabat sahabiah semua….
ana harap kisah ini dapat memberi pengajaran dan ispirasi pada
semua.Moga kisah ini dapat merubah pandangan kiter semua terhadap
perjuangan kite untuk ke arah yang lebih baik.Insyaallah. ..


Bookmark and Share

No comment »

:::::::WaSiaT IMaM As-SyaHid HaSsan Al-BanNa:::::::

SEPULUH WASIAT DARI IMAM As-SYAHID HASSAN AL-BANNA…

 

1. Apabila mendengar azan maka bangunlah sembahyang serta-merta walaubagaimana keadaan sekalipun.

 

2. Bacalah al-Quran, tatapilah buku-buku ilmu, pergilah ke majlis-majlis ilmu, dan amalkanlah zikrullah dan janganlah membuang masa dalam perkara yang tiada memberi faedah.

3. Berusahalah untuk bertutur dalam bahasa Arab kerana bahasa Arab yang betul itu adalah satu-satunya syiar Islam.

4. Janganlah bertengkar dalam apa-apa perkara sekalipun kerana pertengkaran yang kosong tiada memberi apa-apa jua kebaikan.

5. Janganlah banyak ketawa kerana hati yang sentiasa berhubung dengan Allah itu sentiasa tenang lagi tenteram.

6. Janganlah banyak bergurau kerana umat yang sedang berjuang itu tidak mengerti melainkan bersungguh-sungguh dalam setiap perkara.

7. Janganlah bercakap lebih nyaring daripada kadar yang dikehendaki oleh pendengar kerana percakapan yang nyaring itu adalah suatu resmi yang sia-sia malah menyakiti hati orang.

8. Jauhilah daripada mengumpat-umpat peribadi orang, mengecam pertubuhan-pertubuhan, dan janganlah bercakap melainkan apa- apa yang memberi kebajikan.

9.Berkenal-kenalanlah dengan setiap Muslimin yang ditemui kerana asas gerakan dakwah kita ialah berkenal-kenalan dan berkasih-sayang.

10. Kewajipan-kewajipan kita lebih banyak daripada masa yang ada pada kita, oleh itu gunakanlah masa dengan sebaik-baiknya dan ringkaskanlah perlaksanaannya.

Wasiat Imam Al-Syahid Hassan Al-Banna Yg Ke-9 iaitu:
“Berkenal-kenalanlah dengan setiap Muslimin yang ditemui kerana asas gerakan dakwah kita ialah berkenal-kenalan dan berkasih-sayang”…mengalakkan dlm b`sahabat sesama muslim dan berkasih sayang antara satu sama lain..wsalam

Bookmark and Share

No comment »

~Kerana Dia Manusia Biasa~

Semoga bermanfaat baik untuk yang melamar ataupun yang dilamar, ataupun bagi yang sudah berumah tangga. Renungan buat yang sedang mencari pasangan hidup ataupun yang sedang mengemudi bahtera rumah tangga. Mengapa? Kerana Dia Manusia Biasa.

Setiap kali ada sahabat yang ingin menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suami/isterimu? Jawapannya ada bermacam-macam. Bermula dengan jawapan kerana Allah hinggalah jawapan duniawi. Tapi ada satu jawapan yang sangat menyentuh di hati saya. Hingga saat ini saya masih ingat setiap butir percakapannya. Jawapan dari salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Kemudian membuat keputusan menikah. Persiapan pernikahan mereka hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak hairan. Proses pernikahan seperti ini selalu dilakukan. Dia bukanlah akhwat, sebagaimana saya. Satu hal yang pasti,dia jenis wanita yang sangat berhati-hati dalam memilih suami. Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sukar untuk membuka hati. Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menganggapnya serius. Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi. Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tarikh pernikahannya. Serta meminta saya untuk memohon cuti, agar dapat menemaninya semasa majlis pernikahan. Begitu banyak pertanyaan dikepala saya.

"Aku tak boleh tidur." Dia memandang saya dengan wajah bersahaja.

Saya faham keadaanya ketika ini.

"Matikan saja lampunya, biar disangka kita dah tidur."

"Ya.. ya." Dia mematikan lampu neon bilik dan menggantinya dengan lampu yang samar.

Kami meneruskan perbualan secara berbisik-bisik. Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kami lakukan. Kami berbual banyak perkara, tentang masa lalu dan impian-impian kami. Wajah keriangannya nampak jelas dalam kesamaran. Memunculkan aura cinta yang menerangi bilik ketika itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini saya pendamkan. "Kenapa kamu memilih dia?" Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari baringnya sambil meraih telefon bimbitnya dibawah bantalku. Perlahan dia membuka laci meja hiasnya. Dengan bantuan lampu LCD handphone dia mengais lembaran kertas didalamnya. Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan sekeping sampul kepada saya. Saya menerima handphone dari tangannya. Sampul putih panjang dengan cop surat syarikat tempat calon suaminya bekerja. Apa ini?. Saya melihatnya tanpa mengerti.

Eeh…, dia malah ketawa geli hati. 

"Buka aja."

Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas putih bersaiz A4, saya melihat warnanya putih. "Teruknya dia ni."

Saya menggeleng-gelengka n kepala sambil menahan senyum.

Sementara dia cuma ketawa melihat ekspresi saya. Saya mula membacanya. Saya membaca satu kalimat diatas, dibarisan paling atas. Dan sampai saat ini pun saya masih hafal dengan kata-katanya. Begini isi surat itu……..

Kepada …… Calon isteri saya, calon ibu anak-anak saya, calon menantu Ibu saya dan calon kakak buat adik-adik saya Assalamu’alaikum Wr Wb. Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silakan dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai. Saya, yang bernama_____menginginkan anda______ untuk menjadi isteri saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa. Buat masa ini saya mempunyai pekerjaan. Tetapi saya tidak tahu apakah kemudiannya saya akan tetap bekerja. Tapi yang pasti saya akan berusaha mendapatkan rezeki untuk mencukupi keperluan isteri dan anak-anakku kelak. Saya memang masih menyewa rumah. Dan saya tidak tahu apakah kemudiannya akan terus menyewa selamannya. Yang pasti, saya akan tetap berusaha agar isteri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan. Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa. Cinta saya juga biasa saja. Oleh kerana itu Saya menginginkan anda supaya membantu saya memupuk dan merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa. Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Kerana saya tidak tahu suratan jodoh saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang baik. Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda. Saya sudah sholat istikharah berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih anda. Yang saya tahu, Saya memilih anda kerana Allah. Dan yang pasti, saya menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin menjadi lebih baik dari sekarang ini. Saya memohon anda sholat istiqarah dulu sebelum memberi jawapan pada saya. Saya beri masa minima 1 minggu, maksima 1 bulan. Semoga Allah redha dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin Wassalamu’alaikum W.b.t

                          ************ ********* ********* 

Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini saya membaca surat ‘lamaran’ yang begitu indah. Sederhana, jujur dan realistik. Tanpa janji-janji yang melambung dan kata yang berbunga-bunga. Surat cinta biasa. Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum tertahan.

"Kenapa kamu memilih dia…..?"

"Kerana dia manusia biasa……." Dia menjawab mantap.

"Dia sedar bahawa dia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya. Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa. Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kami kemudian hari. Entah kenapa, justeru itu memberikan kesenangan tersendiri buat aku.."

"Maksudnya?"

"Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu esok masih ada dan menjadi milik kita. Betul tak? Paling tidak…. Aku tau bahawa dia tidak akan frust kalau suatu masa nanti kami jadi miskin. " 

Ssttt….."Saya menutup mulutnya. 

Khuatir kalu ada yang tau kami belum tidur. Terdiam kami memasang telinga. Sunyi. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kami saling berpandangan lalu gelak sambil menutup mulut masing-masing. 

"Udah tidur. Esok kamu mengantuk, aku pula yang dimarahi Mama."

Kami kembali berbaring. Tapi mata ini tidak boleh pejam. Percakapan kami tadi masih terngiang terus ditelinga saya.

"Gik…..?" "Tidur…..Dah malam." Saya menjawab tanpa menoleh padanya.

Saya ingin dia tidur, agar dia kelihatan cantik jelita esok pagi. Rasa mengantuk saya telah hilang, rasanya tidak akan tidur semalaman ini. Satu lagi pelajaran dari pernikahan saya peroleh hari itu. Ketika manusia sedar dengan kemanusiaannya.

Sedar bahawa ada hal lain yang mengatur segala kehidupannya. Begitu juga dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah terpahat sejak roh ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan berapa lama pernikahannya kelak. Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tetapi sebuah ‘proses usaha’. Betapa indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta, takhta dan ‘nama’. Status diri yang selama ini melekat dan dibanggakan (aku anak orang ini/itu), ditanggalkan. Ketika segala yang ‘melekat’ pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan yang utama. Pernikahan hanya dilandasi kerana Allah semata. Diniatkan untuk ibadah. Menyerahkan segalanya pada Allah yang membuat senarionya. Maka semua menjadi indah. Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap hamba-NYA. Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah pernikahan. Kita hanya boleh memohon keredhaan Allah. MemintaNYA mengurniakan barakah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah. Jadi, bagaimana dengan cinta? Ibu saya pernah berkata, Cinta itu proses. Proses dari ada, menjadi hadir,lalu tumbuh, kemudian merawatnya. Agar cinta itu dapat bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan yang suci. Cinta tumbuh kerana suami/isteri (belahan jiwa). Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa. Amin.

Wallahu ‘alam. 

Bookmark and Share

Comments (1) »

.: Mencari KeredhaanMU:.

1_367252565l_3

 

Kereta Kembara pacuan 4 roda kupandu dengan kelajuan yang sederhana ke tempat kerja.. Ada aura untuk aku pergi dan sampai awal pagi ini. Tak tau kenapa… Semangat untuk sampai awal semakin lama semakin membuak-buak.. Bukan aku ada appointment pun pagi ini.. Ntah..! Aku pun tak pasti! Bercadang juga nak lengkapkan buku log (khas untuk student praktikal) yang masih belum disentuh lagi.. Pagi ini pagi yang sangat-sangat aku suka.. mendamaikan.. memberi banyak muhasabah kapada diriku.. Alhamdulillah.

 

Islam_3 

“Dik, dari mana dik..selalu datang surau nie..ke? ” kata seorang makcik kepadaku.  Lalu aku pun menjawab ” Takde lah makcik, saya kerja  kat sini je”. “Ooo, kerja di mana tue..?” tanya makcik tadi lagi yang kukira hampir menjangkau separuh umur. “  Kerja di atas office Restoran Zai tue.. “jawab ku lembut sambil tersenyum. Pertanyaan makcik tadi membuatkan buku log yang aku isi sedikit tergendala. Tapi, tidak mengapa… memecah keheningan suasana di pagiku ini.

 

Suasana dalam surau pagi itu kukira seperti di dalam sebuah taman syurga. Ada yang sedang bertadarus..solat dhuha..bermunajat kepadaMU.. Tidak kurang pula yang bercerita tentang Bulan Sya’abanMU.. Terdetik di hati betapa indah setiap bulan-bulan yang 1_946583069l Engkau jadikan ini.. Ada sahaja peristiwa-peristiwa penting yang berlaku dalam Sejarah Islam. Bulan Sya’aban terkenal dengan Malam Nisfu Sya’aban, Penukaran Arah Kiblat daripada menghadap Baitul Muqaddis kepada menghadap Baitullah Al-Haram dan berlakunya Peperangan Bani Mustaliq (Muraisi’). Masya-Allah.. Subhanallah.. Sungguh mulia hamba-hambaMU ini YA-Allah..  Sentiasa mengharapkan redhaMU di mana jua berada. Aku berkesempatan jua mencuri masa meghadapMU YA-Allah.. walau pun sang penjaga masa sentiasa memcemburui. Jarum jam hampir menunjukkan angka 9. Betapa aku rasa kekerdilan diri ini… Titisan kecil mula membasahi pipi tatkala.. Engkau hadirkan rasa cintaku kepadaMU YA-Allah.. Syukur Ya-Allah..~!!!

 

  

Bookmark and Share

No comment »

.:kEmBaRa ILMu:.

Assalamualaikum w.b.t..

Di sini ana ‘attached’ kan beberapa laman web (di antaranya laman web youtube ceramah ustaz azhar idrus) sebagai pengisian dan hidangan rohani kita. Insya-Allah moga2 ilmu yang sedikit ini dapat dikongsi bersama dan mudah2an kita mendapat  keberkatan hidup olehNYA.. ameen.. utk sahabat2 maafkan ana dah lama x contact antunna semua. Apapun semoga thabat dalam pjuangan yea.. Insya-Allah, kita jumpa yea time program nanti.. keep in touch!!! luv u all fillah fiddunya wal akhirah….

http://www.youtube.com/watch?v=Ft2_qSN1UwU&feature=related - link to Ustaz Azhar Idrus

http://www.zaharuddin.net/- link to Ustaz Hj Zaharuddin Hj Abd Rahman

-ummu_abdullah

http://mymkkk.org/v2/ & www.mymkkk.tv- syeikh nuruddin al marbu al banjari al makki

Walau apa pun.. laman2 web yang terbaru dan terkini akan menyusul tidak lama lagi.. Oleh itu, keep in touch..always wif me.!!! ~ (^_^) 

Bookmark and Share

No comment »

…….

Sesuatu yg diimpikan x selalu menjadi kenyataan. Tetapi apa yg x diduga seringkali berlaku dgn tiba2. Biarlah kita menangis hari ini krn kesakitan smlm. Tapi usah kita ketawa memanjang krn kemenangan yg belum pasti utk selamanya. Tiada abid yg ma’sum tanpa dosa…apalagi bila berjiwa muda. Namun, kegagalan bukanlah mengajar erti kekalahan. Tetapi mengingatkan tentang kemenangan yg masih tertunda. Mungkin hari ini kita kuat dan selesa. Tapi x mustahil esok kita pula rebah x berdaya. Salam mujahadah…kuatkan hati wahai pejuang Allah.

Ku minta kepada Tuhan setangkai bunga segar, Dia beri kaktus berduri. Kuminta kupu-kupu, diberi ulat berbulu. Apabila aku sedih dan kecewa, namun kemudian, kaktus itu berbunga indah sekali dan ulat itu pun menjadi kupu-kupu yang cantik. Itulah jalan Tuhan, indah pada masanya! Tuhan tidak akan memberi apa yang kita harapkan, tetapi dia akan memberi apa yang kita perlukan… Kadang-kadang kita sedih, kecewa, dan terluka, tetapi jauh di atas segalanya Dia mengatur yang TERBAIK dalam kehidupan kita!!! Ingat Tuhan senantiasa mengingati dan memerhatikan kita…tapi, sebaliknya… adakah kita senantiasa mengingatinya? Baiknya Tuhan kepada kita..maafkan kami ya Allah..ya Allah…ya Allah..

Pernah satu ketika, sedang Rasulullah s.a.w berkumpul di dalam satu majlis bersama para sahabat, tiba-tiba bergenang air mata Baginda Rasulullah s.a.w. Para sahabat gelisah melihat sesuatu yang tidak mereka senangi di wajah Rasulullah. Bila ditanyakan oleh Saidina Abu Bakar, baginda mengatakan bahawa baginda terlalu merindui umatnya di akhir zaman yang disebut–sebut sebagai ikhwannya. Para sahabat merasa iri hati, hinggakan Saidina Abu Bakar bertanya, “Bukankah kami ini ikhwanmu?Tidak, Abu Bakar, kamu semua adalah sahabat-sahabatku,kata Rasulullah. Ikhwanku itu,menurut Rasulullah s.a.w, adalah mereka yang belum pernah melihatku, tetapi mereka beriman dan mencintaiku. Aku sangat rindu untuk bertemu mereka. KITAKAH IKHWAN ITU ??… sama-sama kita renungi..

Bookmark and Share

No comment »

Hadith

Tahukah kamu siapa orang yang bangkrut? Para sahabat menjawab, "Allah dan rasulNya lebih mengetahui." Nabi Saw lalu berkata, " Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah (orang) yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang ini dan menuduh orang itu berbuat zina. Dia pernah memakan harta orang itu lalu dia menanti orang ini menuntut dan mengambil pahalanya (sebagai tebusan) dan orang itu mengambil pula pahalanya. Bila pahala-pahalanya habis sebelum selesai tuntutan dan ganti tebusan atas dosa-dosanya maka dosa orang-orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka." — HR. Muslim

Bookmark and Share

No comment »

………..KHALID AL-WALID……….

Sl740123_2 Perang Uhud dan Perang Muktah adalah dua keadaan yang berbeza sebagaimana berbezanya peribadi Khalid bin Al-Walid. Dalam perang Uhud, beliau adalah panglima Quraisy yang berjaya mengalahkan mujahid-mujahid Islam tetapi perang Muktah menampakkan penampilan Khalid Al-Walid yang baru….Beliau adalah hero penyelamat di saat ambang kekalahan tentera Islam, ini membuktikan bahawa beliau memang layak dikurniakan anugerah tertinggi panglima tentera iaitu anugerah ‘Pedang Allah’

Sebelum memeluk Islam, beliau adalah musuh Islam yang paling digeruni di medan perang kerana strategi perangnya yang hebat di mana umat Islam telah mendapat pengajaran yang cukup hebat ketika perang Uhud dahulu.

Khalid al-Walid telah memeluk Islam pada bulan Safar tahun 8Hijrah bersama-sama Uthman b Talhah dan Amru b Al-As. Setelah itu, beliau adalah pahlawan yang berjuang menentang orang-orang yang menentang Rasulullah SAW.

Berbicara tentang Khalid, tentunya tidak lengkap kalau tidak menceritakan tentang peristiwa dalam peperangan Muktah yang memang terkenal itu.

Dalam Perang Muktah, tentera Islam yang sedikit bilangannya telah berdepan dengan lebih kurang 200,000 orang tentera Rom. Dalam pertempuran tersebut, tentera Islam telah mendapat tentangan yang cukup dahsyat nyaris-nyaris menerima kekalahan. Bendera Islam telah dipegang oleh Zaid b Harithah yang kemudiannya gugur syahid, diambilalih pula oleh Jaafar bin Abu Thalib. Beliau turut syahid, maka bendera tadi dipegang oleh Abdullah bin Rawahah yang juga gugur sebagai syuhada’. Lantas bendera bertukartangan kepada Thabit bin Arqam dan menyerahkannya kepada Khalid al-Walid. Atas persetujuan ramai, maka Khalid al-Walid pun menjadi komandan perang dan terus mengarahkan tentera Islam berundur ke Madinah kerana sudah terlalu ramai yang syahid dan tentera yang tinggal tidak mampu untuk bertahan lagi.

Di zaman Khalifah Abu Bakar, Khalid ditugaskan untuk menghapuskan golongan murtad. Saidina Abu Bakar telah memberi pidato semangat kepada tentera Islam yang antara lainnya berbunyi: "Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda : "Sebaik-baik hamba Allah dan saudara dalam satu suku iaitu Khalid b Al-Walid, Saifullah, yang pedangnya akan dihayunkan kepada orang-orang kafir dan munafik"

Beliau juga ditugaskan untuk membunuh Musailamah Al-Kazzab yang mengaku sebagai nabi dan mempunyai ramai pengikutnya. Dalam peperangan tersebut (Perang Yamamah), ramai tentera Islam yang terkorban. Khalid Al-Walid sebagai pahlawan sejati yang pakar dalam strategi peperangan telah berjaya memberi semangat baru kepada tenteranya dengan ucapannya yang penuh karisma. Beliau berteriak kepada tenteranya : "Bergembiralah kerana kami akan melihat setiap orang akan mengalami bencana masing-masing"

Dalam Perang Yarmuk menentang tentera Rom, beliau telah berjumpa dengan panglima musuh yang bernama Mahan yang dengan angkuhnya merendah-rendahkan moral tentera Islam. Mahan telah berkata : "Aku tahu kamu semua meninggalkan tanah air kerana terpaksa dan kelaparan. Jika kamu semua setuju, aku akan   berikan setiap seorang tentera 10 dinar beserta dengan pakaian dan makanan dengan syarat mereka berangkat pulang dan tahun depan jumlah yang serupa akan dihantar ke Madinah".

Khalid b Al-Walid dengan tegasnya menjawab : "Kami tidak akan keluar dari negeri kami kerana kelaparan seperti yang engkau sangkakan. Tetapi kami ialah satu kaum yang suka minum darah dan kami tahu tidak ada darah yang lebih lazat dan nikmat seperti darah orang Romawi, sebab itulah kami ke mari"

Setelah itu, Khalid Al-Walid selaku komandan perang berteriak dengan kuatnya sambil bertakbir "Allahu Akbar!!!" "Marilah kita berebut-rebut mencium bau Syurga!!!". Maka terjadilah peperangan yang amat dahsyat. Anak panah bersimpang siur dan mayat bergelimpangan.

Tiba-tiba seorang tentera Islam menghampiri Abu Ubaidah b Al-Jarrah r.a.sambil berkata : "Sesungguhnya aku bercita-cita untuk mati syahid, adakah engkau mempunyai sebarang pesanan yang hendak disampaikan kepada Rasulullah SAW, kelak aku akan sampaikan kepada baginda ketika aku berjumpanya (di Syurga)"

Jawab Abu Ubaidah b al-Jarrah r.a : "Ya ! Katakan kepadanya : "Wahai Rasulullah SAW ! Sesungguhnya kami telah dapati bahawa apa yang dijanjikan oleh Tuhan Kami (Allah) adalah benar". Lalu tentera tadi bertempur dengan hebatnya dan gugur sebagai syuhada’.

Dalam suasana perang tersebut Khalid al-Walid bersemuka dengan seorang daripada panglima Romawi yang bernama George lalu terjadilah dialog antara keduanya.

George  bertanya : "Wahai   Khalid, hendaklah kamu berkata benar kerana setiap orang yang merdeka tidak akan berbohong. Apakah benar bahawa Tuhanmu telah menurunkan kepada Nabimu sebilah pedang dari langit lalu diberikan kepadamu dan kalau dihayunkan kepada seseorang pasti dia akan kalah"

Khalid b Al-Walid menjawab : "Tidak"

George bertanya lagi : "Mengapa kamu disebut Pedang Allah ?" 

Khalid b Al-Walid berkata : "Bahawa Allah SWT telah mengutuskan kepada kami seorang Rasul dari bangsa kami, tetapi ada yang mempercayainya dan ada yang mendustanya. Aku sendiri termasuk dari kalangan orang yang mendustakannya tetapi Allah telah membuka hatiku kepada Islam. Lalu aku mengadap Rasulullah untuk memeluk Islam dan janji setia kepadanya. Rasulullah terus menyatakan : "Engkau adalah sebilah pedang dari pedang Allah"

George bertanya lagi : "Apa yang kamu dakwahkan kepada manusia"

Khalid b Al-Walid menjelaskan : "Supaya mereka mentauhidkan Allah dan menerima ajaran Islam"

George seterusnya berkata : "Jika seseorang memeluk Islam sekarang seperti apa yang telah berlaku kepadamu, adakah dia akan mendapat ganjaran ?"

Khalid b Al-Walid menjawab : "Ya, itulah yang lebih utama"

George  berkata : "Bagaimana yang terjadi kepadamu sebelum Islam ?"

Khalid b Al-Walid menjawab : "Kami hidup bersama Rasulullah lalu kami lihat tanda-tanda kenabian serta mukjizatnya. Kami benar-benar melihat dan mendengarnya, lalu kami memeluk Islam dengan mudah. Tetapi kamu tidak pernah melihat dan mendengarnya, kiranya kamu beriman dengan apa yang tidak kelihatan, maka ganjaranmu adalah lebih besar jika kamu beriman kepada Allah dengan jiwamu"

Akhirnya George telah mengucap syahadah di hadapan Khalid, belajar cara solat dan sempat solat dua rakaat. Kemudian beliau adalah seorang syuhada’ perang Yarmuk…………. !!! dan tentera Islam berjaya menumbangkan tentera Rom yang berjumlah 240,00 orang.

Ramai di kalangan tentera Islam yang syahid dan tidak kurang pula yang sakit, luka dan cedera. Mereka yang cedera parah, apabila seorang diberikan air, lantas dia berkata rakannya di sebelah lebih memerlukan. Lalu diberikan kepada rakannya, tiba-tiba orang yang kedua pun bersikap serupa, lebih mementingkan rakan yang lain……….begitulah seterusnya sehinggakan orang memberi air berpusing-pusing di antara mereka tetapi belum ada yang sudi meminumnya…Maka, kesemua mereka mati syahid di medang perang tersebut !   Ini membuktikan betapa wujudnya perasaan kasih kepada saudara seperti kasih kepada diri sendiri memang menjadi amalan mereka sebagaimana yang ditarbiahkan oleh Rasulullah SAW.

Bookmark and Share

No comment »

~20th~

Dengarlah sahabatku sayang…
Allah s.w.t memujukmu…

"At Toyyibat littoyibin-AnNur;26"
Wanita baik itu dijanjikan untuk lelaki baik & sebaliknya…
Telah tercatat seungkap nama di loh mahfuz untukmu…
Cuma peribadinya ditentukan oleh sejauh mana ketinggian peribadimu…
Jika kau terhambat di jalan yang diredhai, Insha-Allah…
Si dia turut di jalan yang sama…
Lupakan segala kegundahan dihatimu…
pasti soleh menantimu…
percayalah…

Bookmark and Share

No comment »